UTS MIKROPROSESOR

PERBAIKAN UTS Mikroprosesor

Tambahan Rangkaian UTS
 Rangkaian( Proteus 7 ) : Download
  
Berikut contoh rangkaiannya



Untuk lebih jelasnya mengenai UTS ini dapat diDownload file-file berikut ini :
      a. Rangkaian(proteus7) : Download
      b. HTML : Download
      c. Program : Download
      d. Video panduan : Download


Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai rangkaian dan program dari UTS yang telah kami buat.

        1. Rangkaian
 Secara sederhana berikut komponen-komponen yang dibutuhkan dalam rangkaian kali ini:
a. 8086

 b 74154

 c. 74273
d. Seven Segment
e. Keypad
f. 8225A

Untuk file proteusnya silahkan klik Download

        2. Program Download
Berikut screenshoot dari program yang telah dibuat.

Setelah dibuat silahkan compile programnya dan file Hex-nya masukan ke rangkaian

Lalu jalankan program ke rangkaian seperti gambar


Gambar diatas merupakan screenshoot dari simulasi ketika ditekan tompol 5 pada keypad sehingga pada seven segment muncul angka 5.

        3. Video
              Jika masih ragu dalam merangkai dan menjalankan program, silahkan download vidio tutorial di bawah ini. Pada vidio anda akan dipandu dalam membuat rangkaian simulasi dan menjalankan program serta memasukanya kedalam rangkaian.

Silahkan klik Download

0 komentar:

UAS MIKROKONTROLLER

Perbaikan UAS

Untuk referensi TA pada rangkaian ini dapat didownload dibawah ini yaitu pada point 2 ( Jurnal UAS).

Sedangkan untuk UAS dengan referensi jurnal mengenai inkubator telur ayam dapat di download di bawah ini:
3. PDF UAS






PENGONTROLAN RUANG INKUBATOR PENETASAN TELUR AYAM
 BERBASIS ARDUINO MEGA 2560

Abstrak-Lingkungan sekitar sangat erat hubungannya dengan keberlansungan makhluk hidup di muka bumi ini. Salah satu hal yang dapat mewakili lingkungan tersebut adala suhu. Kebutuhan akan pengontrolan terhada suhu ini telah mendorong manusia untuk menciptakan alat yang bisa mengukur tingkat ketinggian suhu dimuka bumi ini. Pengendalian terhadap suhu ini juga dimanfaatkan dalam dunia usaha yaitu pada incubator telur ayam. Melihat kebutuhan akan alat yang dapat melakuka otomatisasi dalam penontrolan suhu pada incubator telur, maka kami akan melakukan penelitian yang berjudul pengontrolan ruang incubator penetasan telur ayam berbasis arduino mega 2560. Alat ini dirancang guna memberikan kemudahan dalam pengontrolan suhu ruangan incubator selama proses penetasan telur ayam. Perancangan alat ini terdiri dari arduino mega 2560, sensor DHT11, speaker, motor DC, LCD, lampu incubator dan driver motor. Sistematika dari alat ini sepenuhnya dikontrol oleh arduino mega 2560. Oleh karena itu arduino mega 2560 merupakan pusat pemprosesan data dari sensor dan mengirimkan data output pada ekuator.

 Kata kunci : Sensor DHT11 , Arduino Mega2560, LCD, LED, Driver Motor & Speaker

1. PENDAHULUAN

Semua makhluk hidup membutuhkan kondisi suhu yang stabil dalam keberlansungan hidupnya. Kebutuhan akan kestabilan suhu memang tidak bisa dipungkiri lagi. Manusia selaku makhluk paling tinggi derajatnya juga memmbutuhkan suhu yang stabil demi kenyamanan hidupnya. Kestabilan suhu juga dibutuhkan dibidang industri, pertanian ataupun ilmu pengetahuan.
Setiap perubahan waktu, suhu suatu lingkungan juga akan berubah. Oleh karena itu dalam pengendalian suhu suatu lingkungan atau ruangan membutuhkan waktu yang lama. Pengendalian suhu akan membutuhkan waktu yang lama jika dilakukan secara manual dan membutuhkan pusat perhatian dari orang yang melakukan pengendaliannya. Kestabilan suatu   temperatur ruangan dirasa kurang efektif jika harus dilakukan monitoring secara konvensional atau manual. Sistem pengendalian suhu juga merupakan hal yang penting di bidang peternakan. Terlebih lagi untuk budi daya telor ayam yang butuh kestabilan suhu ruang pengeraman telor. Pengendalian secara manual sudah tidak lagi efisien karena akan membutuhkan banyak waktu. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah terobosan baru untuk memonitoring suhu ruangan inkubator selama 24 jam nonstop. Untuk memudahkan pengambilan data suhu diperlukan suatu alat yang dapat menginformasikan keadaan tersebut secara terus menerus yaitu dengan data akuisisi menggunakan computer.

Solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan sebuah sistem pendeteksi suhu ruangan berbasis Arduino MEGA2560 yang bisa bekerja secara nonstop memonitoring suhu ruang pengeraman telur ayam karena dengan keadaan suhu lingkungan yang mudah berubah ataupun adanya mati lampu penghangat. Perangkat Arduino MEGA2560 yang terdiri dari hardware dan software, dimana perangkat ini terdapat bagian sensor dan akuator. Pada bagian sensor terdapat sensor suhu LM35 yang akan terintegrasi dengan Arduino MEGA2560 yang kemudian ditransmisikan ke ekuator. Pada bagian penerima akan langsung dihubungkan dengan LCD sebagai monitor, LED sebagai indikator, serta speaker juga sebagai indikator.


2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Arduino MEGA2560
    Arduino adalah sebuah papan elektronika yang bersifat open source yang digunakan untuk membuat proyek-proyek elektronika. Arduino terdiri dari dua bagian utama yaitu sebuah papan sirkuit fisik (sering disebut juga dengan mikrokontroler) dan sebuah perangkat lunak atau IDE (Integrated Development Environment) yang berjalan pada komputer. Perangkat lunak ini sering disebut Arduino IDE yang digunakan untuk menulis dan meng-upload kode dari komputer ke papan fisik (hardware) Arduino. Ketika membicarakan Arduino maka ada dua hal yang terlintas dalam pikiran para penggunanya, yaitu hardware dan software. Dua bagian ini seakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa di pisahkan.

               Gambar 1.

2.2. Sensor DHT11

DHT11 adalah sensor digital yang dapat mengukur suhu dan kelembaban udara di sekitarnya. Sensor ini sangat mudah digunakan bersama dengan Arduino. Memiliki tingkat stabilitas yang sangat baik serta fitur kalibrasi yang sangat akurat. Koefisien kalibrasi disimpan dalam OTP program memory, sehingga ketika internal sensor mendeteksi sesuatu, maka module ini menyertakan koefisien tersebut dalam kalkulasinya.
DHT11 termasuk sensor yang memiliki kualitas terbaik, dinilai dari respon, pembacaan data yang cepat, dan kemampuan anti-interference. Ukurannya yang kecil, dan dengan transmisi sinyal hingga 20 meter, membuat produk ini cocok digunakan untuk banyak aplikasi-aplikasi pengukuran suhu dan kelembaban. 
Spesifikasi :
·         Supply Voltage: +5 V
·         Temperature range : 0-50 °C error of ± 2 °C
·         Humidity : 20-90% RH ± 5% RH error
·         Interface : Digital
·         Kabel Konektor 3 pin
 
Gambar 2.


2.3. LCD

Display elektronik adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai tampilan suatu data, baik karakter, huruf ataupun grafik. LCD (Liquid Cristal Display) adalah salah satu jenis display elektronik yang dibuat dengan teknologi CMOS logic yang bekerja dengan tidak menghasilkan cahaya tetapi memantulkan cahaya yang ada di sekelilingnya terhadap front-lit atau mentransmisikan cahaya dari back-lit. LCD (Liquid Cristal Display) berfungsi sebagai penampil data baik dalam bentuk karakter, huruf, angka ataupun grafik.

 

2.4. Lampu Inkubator
           
            Lampu inkubator yang digunakan adalah lampu pijar 5 Watt. Pemilihan lampu ini karena lampu pijar ini memiliki suhu yang dapat menghangatkan ruangan. Dalam simulasi dapat dilihat pada gambar berikut :

 

2.5. Driver Motor
L298 adalah jenis IC driver motor yang dapat mengendalikan arah putaran dan kecepatan motor DC ataupun Motor stepper. Mampu mengeluarkan output tegangan untuk Motor dc dan motor stepper sebesar 50 volt. IC l298 terdiri dari transistor-transistor logik (TTL) dengan gerbang nand yang memudahkan dalam menentukkan arah putaran suatu motor dc dan motor stepper. Dapat mengendalikan 2 untuk motor dc namun pada hanya dapat mengendalikan 1 motor stepper.






2.6. Motor DC
Motor DC adalah motor listrik yang memerlukan suplai tegangan arus searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi gerak mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Motor arus searah, sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung yang tidak langsung/direct-unidirectional. 



2.7. LED (Light Emitting Diode)
            Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.


3. PERANCANGAN SISTEM
           
            Alat pengendali suhu pada ruangan pengeraman telur berbasis Arduino MEGA2560 ini memiliki satu sensor yaitu DHT11. Sebagai sensor dalam sistem tentunya sensor DHT11 ini akan mengirimkan sinyal masukan ke sistem yang nantinya akan dibaca sebagai data analong yang akan diproses oleh Arduino MEGA2560. Jalur masukan dari sensor DHT11 ini harus melewati PIN ADC pada Arduini MEGA2560. Hal ini dikarenakan jenis data yang dikirimkan oleh sensor DHT11 bersifat analog sedangkan Arduino MEGA2560 akan memproses data digital. Untuk memperoleh data digital yang berasal dari sensor DHT11 harus dihubungkan ke PIN ADC. Pada PIN ACD akan terjadi proses konversi data analog menjadi data digital (lihat gambar)

           
            Setelah itu data akan diproses oleh Arduino MEGA2560. Pemprosesan akan dilakukan sesuai dengan program yang telah kita masukan.
            Berikut Listing Program :

#include <LiquidCrystal.h>
LiquidCrystal lcd(13, 12, 11, 10, 9, 8);

//Motor
const int m11 = 18;
const int m12 = 19;
const int m21 = 20;
const int m22 = 21;

int speaker = 7;

//Lampu Inkubator
int lampu[]={2,3,4,5,6};
int x=0;



//Sensor Kelembaban
int dht = A0;

int suhudht = 0;
int kelembabandht = 0;
void setup()
{

  //Deklarasi LCD
   lcd.begin(16,4);

   //Deklarasi Sensor
   pinMode(dht,INPUT);



//Deklarasi Motor
   pinMode(m11,OUTPUT);
   pinMode(m12,OUTPUT);
   pinMode(m21,OUTPUT);
   pinMode(m22,OUTPUT);

   //Deklarasi LED
   pinMode(17,OUTPUT);
   pinMode(16,OUTPUT);
   pinMode(15,OUTPUT);
   pinMode(14,OUTPUT);

//Deklarasi speaker
pinMode(7,OUTPUT);

   lcd.clear();
   Serial.begin(9600);
  
//Deklarasi Lampu Inkubator
   for (x=0;x<=4;x++)
        {
           pinMode(lampu[x],OUTPUT);
        }


   }


void loop()
{
  suhudht=analogRead(A0);

  suhudht=suhudht/10;
  kelembabandht=suhudht/2+20;
 
  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("nilai_suhu :");
  lcd.print(suhudht);

  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print("Kelembaban :");
  lcd.print(kelembabandht);

   if(kelembabandht>=30 && kelembabandht<=45 )
  {
   digitalWrite(2,HIGH);
   digitalWrite(3,HIGH);
   digitalWrite(4,HIGH);
   digitalWrite(5,HIGH);
   digitalWrite(6,HIGH);
    digitalWrite(7,255);
  

  //Keadaaan Motor
   digitalWrite(m11,1);
   digitalWrite(m12,0);
   digitalWrite(m21,1);
   digitalWrite(m22,0);
   delay(500);
  

  }
 
  else if(kelembabandht>=26 && kelembabandht<30 )
  {
  digitalWrite(m11,255);
   digitalWrite(m12,0);
   digitalWrite(m21,125);
   digitalWrite(m22,0);
  
  digitalWrite(2,LOW);
   digitalWrite(3,LOW);
   digitalWrite(4,HIGH);
   digitalWrite(5,HIGH);
   digitalWrite(6,HIGH);
  
    digitalWrite(17,HIGH);
     delay(50);
      digitalWrite(17,LOW);
     delay(50);
   digitalWrite(16,HIGH);
   delay(50);
    digitalWrite(16,LOW);
    delay(50);

  digitalWrite(15,HIGH);
   delay (50);
    digitalWrite(15,LOW);
     delay (50);
    digitalWrite(14,HIGH);
        delay (50);
   digitalWrite(14,LOW);
         delay (50);
         digitalWrite(17,HIGH);
         digitalWrite(16,HIGH);
         digitalWrite(15,HIGH);
         digitalWrite(14,HIGH);
         delay(100);
            digitalWrite(17,LOW);
         digitalWrite(16,LOW);
         digitalWrite(15,LOW);
         digitalWrite(14,LOW);
  }
 
    else if(kelembabandht>10 && kelembabandht<=25)
    {
   digitalWrite(m11,0);
   digitalWrite(m12,1);
   digitalWrite(m21,0);
   digitalWrite(m22,0);
  
  digitalWrite(2,LOW);
   digitalWrite(3,LOW);
   digitalWrite(4,LOW);
   digitalWrite(5,HIGH);
   digitalWrite(6,HIGH);
    digitalWrite(7,LOW);
 
  
    }
  else
    {
   digitalWrite(m11,0);
   digitalWrite(m12,0);
   digitalWrite(m21,0);
   digitalWrite(m22,0);
    digitalWrite(2,LOW);
   digitalWrite(3,LOW);
   digitalWrite(4,LOW);
   digitalWrite(5,LOW);
   digitalWrite(6,LOW);
    digitalWrite(7,LOW);
    }

}

            Pada program diatas dapat mengendalikan suhu serta kelembapan dari ruangan inkubator pengeraman telur tersebut. Dimana pengaturan suhu dapat dilakukan oleh ekuator lampu pijar, dan kelembapan diatur oleh ekuator motor yang akan memompa air ke dalam ruangan incubator.
            Rancangan rangkaian dapat dilihat pada gambar berikut :


4. PENGUJIAN DAN HASIL

4.1. Eksekusi Program
            Pengeksekusian program dapat dilakukan pada software arduino.ide. Berikut tampilan dari software arduini.ide :
 
            Setelah diketik programnya, klik tombol verify (tanda ceklis) untuk menjalankan pronramnya. Proses pembacaan program yang sedang berlansung dapat dilihat pada jendela dibagian bawah arduino.ide seperti gambar berikut :


            Jika tidak terdapat kesalahan maka tampilan yang akan keluar adala seperti gambar diatas.

     
4.2. Pengujian Sistem Incubator Telur

           
Berikut adalah proram yang telah dimasukan ke rangkaian.



5. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengujian dapat diperoleh kesimpulan :
Pengontrolan  kelembaban dan suhu dari telur unggas dengan 3 kondisi

1.kondisi maksimal
-lampu hidup semua
-speaker hidup
-ke 2 motor berputar

2. Kondisi minimum
-lampu hidup sebagian
-indikator led hidup
-ke 2 motor berputar namun kecepatan tidak maksimal

3.konidisi sangat minimum
-lampu hidup 2
-1 motor hidup







DAFTAR PUSTAKA

Darwison, 2010, " Teknik Interface (antarmuka) : Perancangan Hardware dan Simulasi Software Serta Aplikasinya" , ISBN:978-602-9081-10-7, CV Ferila, Padang
Darwison,2007,”Teori,Rancangan,Simulasi dan Aplikasi Mikroprosesor dan Mikrokontroller" ISBN: 978-602-9487-09-1, CV Ferila, Padang
BARRY B. BRAY, "MIKROPROSESSOR INTEL", JILID 1, EDISI 6 .
Andrianto, Heri. 2015. "Pemrograman Mikrokontroler AVR ATMega16 Menggunakan Bahasa C (CodeVisionAVR)". Informatika Bandung: Bandung. 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Mikrokontroller


Referensi:
Darwison, 2010, " Teknik Interface (antarmuka) : Perancangan Hardware dan Simulasi Software Serta Aplikasinya" , ISBN:978-602-9081-10-7, CV Ferila, Padang
Darwison,2007,”Teori,Rancangan,Simulasi dan Aplikasi Mikroprosesor dan Mikrokontroller" ISBN: 978-602-9487-09-1, CV Ferila, Padang

Tambahan materi :
berikut adalah tambahan bahan mengenai rangkaian, program dan gambar dari teori dari buku dan kaset referensi, silahkan di download:
1. Tambahan materi, rangkaian, dan program Download

Berikut File yang bisa di download

1. File PPT Downlaod
2. File HTML Download
3. File Rangkaian : Download
4. File Program : Download
5. File Software : Download
6. Video Simulasi
                    a. Menampilkan Text pada LCD Download
                    b. Sensor Suhu Download
7. File lengkap (contoh rangkaian dan program) dari CD referensi Download


A. Presentasi Mikrokontroller


PENDAHULUAN


Bascom AVR merupakan salah satu compiler dari mikrokontroller. Contoh dari mikrokontroller yang bisa diprogram dengan Bascom AVR ini adalah mikroprosesor dari keluarga ATMEGA, seperti ATmega16, ATmega 128 dan lain lain.
   Mikrokontroller  ATMEGA16
   Mikrokontroller ATMEGA8535 

Konfigurasi pin ATmega8535 bisa dilihat pada gambar diatas , Dari gambar tersebut dapat dijelaskan secara fungsional konfigurasi pin ATmega8535 sebagai berikut :
-VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya.
-GND merupakan pin ground.
-Port A (PA0..PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan ADC.
-Port B (PB0..PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu Timer/Counter, komparator analog dan SPI.
-Port C (PC0..PC7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu TWI, komparator analog dan Timer Oscilator.
-Port D (PD0..PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu komparator analog, interupsi eksternal dan komunikasi serial.
-RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler.
-XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal.
-AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.
-AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC


BAB I


1.2 Pembuatan Kabel Downloader 
Pada mikrokontroller AVR dapat lansung diprogram dari port paralel komputer menuju ping 
mikontroller AVR.

http://indo-ware.com/foto_produk/6Tronixin-1-8M-USB-1-showa.jpg


1.3 LED (Light Emitting Diode) 
LED merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. Arus pada LED sebanding 
dengan dengan intesitas cahaya yang dihasilkan. 
 
http://www.societyofrobots.com/images/electronics_led_diagram.png
1.4 IR (Infra RED) IR adalah alat pemberi sinyal pada sensor (berupa cahaya dan memiliki panjang Gelombang dan biasanya digunakan dalam sistem instrument pengukuran kecepatan benda bergerak. IR memiliki panjang gelombang 750-1000nM dan arus maksimal sebesar 100mA. Kelemahannya jarak jangkauan sekitar 7-8 meter.
https://shop.strato.de/WebRoot/Store4/Shops/15485180/4980/99A9/5AC4/E8DC/A07C/C0A8/28B8/E1C0/Vishay_TSAL5100-1.jpg


1.5 PHOTO TRANSISTOR 
Photo transitor dalam sistem instrumentasi ini berfungsi sebagai sensor yang digunakan sebagai 
pendeteksi cahaya. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjK3HgYnbt4U85K6anWtNP8kZ9Ci2_W0727O5WHTzHVCzmn0_YiOIB9p0pkeKBaGWQzWzdflXqYkfX597tb944W95f9ZvMPQ5i-rLLcqcLDBhbqes9DXGE2lZQLG14ThFk-ol2qyr8uQeAm/s1600/Photo+Dioda.png



1.6 TRIAC BTA26 & BTA41 
Triac merupakan salah satu dari keluarga thyristor, yang terdiri dari terminal A1,terminal A2, dan 
Gate. Triac biasanya digunakan pada rangkaian pengendali, pensaklaran, dan pemicu dari trigger. 

1.7 OPTOCOUPLER MOC3021 
Merupakan suatu peranti sumber cahaya yang terkopel dengan pengindera cahaya. Kegunaannya
sebagai penguat arus keluaran dari mikrokontroller yang kecil sehingga dapat memicu triac. 

1.8  TRANSISTOR
Merupakan semikonduktor berbahan dasar Si atau Germanium dengan 3 titik penyambungan yaitu 
basis, kolektor dan emitor. 

BAB II

2.1 BASCOM-AVR 
Pemograman menggunakan BASCOM-AVR adalah salah satu dari sekian banyak bahasa basic untuk 
pemrograman mikrokontroller , misalnya bahasa C. 
2.12 Operasional 
-Tipe data  : int, long,flout, double, char, string,dsb) 
-Variabel,  : ditulis pada text program untuk menyimpan suatu pemrosesan data. 
-Konstanta  : Pendeklarasian suatu nama tetapi bernilai tetap. 
-Alias   : Digunakan untuk mempermudah penulisan program 
2.1.3 Macam-macam Perintah 
* IF-THEN    : Digunakan untuk menguji suatu keadaan benar atau salah dan menentukan tindakan 
yang sesuai keinginan. 
* IF-THEN-ELSE  : Digunakan untuk menguji dua kejadian (benar/salah) dan menentukan tindakan 
yang sesuai dengan keinginan. 
* IF-THEN-ELSE-IF  : Digunakan untuk menguji lebih dari satu keadaan dan menentukan tindakan 
yang sesuai dengan keinginan. 
* SELECT-CASE  : Digunakan untuk pengujian keadaan yang banyak sehingga penulisan program 
menjadi lebih sederhana. 
* DO-LOOP  : Digunakan untuk perulangan program suatu kondisi telah terpenuhi 
* FOR-NEXT  : Digunakan untuk perulangan program sesuai dengan jumlah dan tingkat perulangan
nya. 
* WHILE-WEND  : Digunakan untuk perulangan apabila keadaan yang diminta telah terpenuhi.
GOSUB  : Digunakan untuk lompatan yang akan melalukan lompatan ke label yang ditunjuk dengan 
kembali ke tempat semula setelah melakukan perintah pembacaan program dengan menambahkan 
“Return”. 
GOTO  : Digunakan untuk lompatan yang akan melalukan lompatan ke label yang ditunjuk dengan 
kembali ke tempat semula setelah melakukan perintah pembacaan program ,sehingga tidak 
menggunakan “Return”. 
EXIT  : Digunakan untuk mengakhiri perulangan DO-LOOP,FOR-NEXT, WHILE-WEND


        3. Master BASCOM-AVR

Bascom AVR merupakan salah satu compiler dari mikrokontroller. Contoh dari mikrokontroller yang bisa diprogram dengan Bascom AVR ini adalah mikroprosesor dari keluarga ATMEGA, seperti ATmega16, ATmega 128 dan lain lain.


     
B. Kumpulan simulasi dan listing program
    
Bascom AVR merupakan salah satu compiler dari mikrokontroller. Contoh dari mikrokontroller yang bisa diprogram dengan Bascom AVR ini adalah mikroprosesor dari keluarga ATMEGA, seperti ATmega16, ATmega 128 dan lain lain.

Berikut contoh simulasi mengenai alikasi dari mikrokontroller ATmega 16 dengan compiler Bascom AVR:

1. Running Led
 a. Listing program
      '------------------------------------------
'Mengaktifkan LED Tanpa Menggunakan Tombol
'------------------------------------------
$regfile = "m16def.dat"
'Jika menggunakan ATMega8535 maka diganti dengan "m8535.dat"
$crystal = 12000000
'------------------------ Konfigurasi
Ddra = &B11111111                                           'Port A dijadikan sebagai output (nilainya "1")
'------------------------
Do
   Porta = &H00                                             'Jika nilainya "0" maka LED hidup (MSB-LSB)
      Waitms 1000
  ' Porta = &B00000010
   '   Waitms 100
   'Porta = &H04
    '  Waitms 100
  ' Porta = &H08
     ' Waitms 100
   'Porta = &H10
   '   Waitms 100
  ' Porta = &H20
  '    Waitms 100
  ' Porta = &H40
   '   Waitms 100
   'Porta = &H80
    '  Waitms 100
Loop
'------------------------ end
b. Contoh rangkaian 

       2. Running led menggunakan tombol Silahkan klik link ini
Bascom AVR merupakan salah satu compiler dari mikrokontroller. Contoh dari mikrokontroller yang bisa diprogram dengan Bascom AVR ini adalah mikroprosesor dari keluarga ATMEGA, seperti ATmega16, ATmega 128 dan lain lain.

Berikut contoh simulasi mengenai alikasi dari mikrokontroller ATmega 16 dengan compiler Bascom AVR:

Mengaktifkan Led meggunakan tombol (push button)
a. Listing program
'--------------------------------------
'Mengaktifkan LED Menggunakan Tombol
'--------------------------------------
$regfile = "m16def.dat"
'Jika menggunakan ATMega8535 maka diganti dengan "m8535.dat"
$crystal = 12000000
'------------------------ Konfigurasi
Ddra = &B11111111                                           'Port A dijadikan sebagai output (nilainya "1")
Ddrc = &B00000000                                           'Port B dijadikan sebagai input
Portc = &B00000000                                          'Resistor PULL-UP internal mikrokontroler DIAKTIFKAN
'------------------------
Do
   If Pinc.0 = 1 Then
      Porta = &B00000001
   Elseif Pinc.1 = 1 Then
      Porta = &B00000010
   Elseif Pinc.2 = 1 Then
      Porta = &B00000100
Elseif Pinc.3 = 1 Then
     Porta = &B00001000
  Elseif Pinc.4 = 1 Then
      Porta = &B00010000
   Elseif Pinc.5 = 1 Then
      Porta = &B00100000
   Elseif Pinc.6 = 1 Then
      Porta = &B01000000
   Elseif Pinc.7 = 1 Then
      Porta = &B10000000
   End If
Loop
'------------------------ end

b. Contoh rangkaian


       3. Trafic Light Download

'------------------
'Trafic Light
'------------------
$regfile = "m16def.dat"
'Jika menggunakan ATMega8535 maka diganti dengan "m8535.dat"
$crystal = 12000000
'------------------------ Konfigurasi
Ddrc = &B11111111                                           'Port A dijadikan sebagai output (nilainya "1")
Ddrd = &B11111111                                           'Port C dijadikan sebagai output (nilainya "1")
'------------------------
Do                                                          'Urutan searah jarum jam
'xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx UTARA
   Portc = &B11110011
   Portd = &B11110110
      Waitms 500
   Portc = &B11110101
   Portd = &B11110110
      Waitms 200
'xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx TIMUR
   Portc = &B11110110
   Portd = &B11110011
      Waitms 500
   Portc = &B11110110
   Portd = &B11110101
      Waitms 200
'xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx SELATAN
   Portc = &B11110110
   Portd = &B11011110
      Waitms 500
   Portc = &B11110110
   Portd = &B11101110
      Waitms 200
'xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx BARAT
   Portc = &B11011110
   Portd = &B11110110
      Waitms 500
   Portc = &B11101110
   Portd = &B11110110
      Waitms 200
Loop
'------------------------ end
Rangkaian :


0 komentar: